Dari Perjalanan Pribadi Menuju Dedikasi untuk Banyak Pasangan
Kelasterapan lahir pada tahun 2022 dari sebuah perjalanan pribadi yang penuh perjuangan. Bermula dari pengalaman pendirinya yang selama 10 tahun menjadi PCOS fighter dan menantikan kehadiran buah hati selama 5 tahun pernikahan, Kelasterapan hadir sebagai ruang bagi pasangan yang ingin menempuh program hamil secara alami dan ilmiah.
Melalui kombinasi Nutrisi Holistik, Gut Healing, dan Fertility Awareness Method (FAM), pendiri Kelasterapan berhasil mewujudkan impiannya untuk hamil—dan kini berbagi pengetahuan serta metodenya kepada lebih banyak pasangan.
Metode yang digunakan di Kelasterapan bukanlah sekadar teori, tetapi hasil dari:
- Pendidikan formal dan pelatihan ilmiah,
- Pengalaman pribadi yang nyata,
- Pendampingan ratusan pasangan sejak 2017,
- serta rangkaian riset dan pembelajaran berkelanjutan di bidang nutrisi holistik dan kesehatan reproduksi.
“Keberhasilan program hamil bukan hanya soal dua garis, tapi pondasi kesehatan jangka panjang untuk keluarga yang akan datang.”
Visi: Menjadi pendamping tepercaya bagi pasangan yang ingin meningkatkan peluang hamil secara alami, dengan pendekatan yang ilmiah, aman, dan memberdayakan.
Nilai Utama: Integritas Ilmiah • Kemanusiaan • Harapan & Pemberdayaan • Kolaborasi
Tentang Founder – Uni
Kesehatan Reproduksi adalah Panggilan Hidup
Uni adalah Sarjana Kesehatan Masyarakat dengan konsentrasi Kesehatan Reproduksi, serta menempuh pendidikan Magister Manajemen. Sejak tahun 2020, ia fokus mendalami Nutrisi Holistik untuk Program Hamil, dan saat ini masih menempuh sertifikasi profesional di bidang tersebut.
Bukan hanya berbekal ilmu, Uni memiliki pengalaman hidup yang membuatnya memahami perjuangan setiap pasangan. Sebagai seorang PCOS fighter selama 10 tahun dan pernah menantikan kehadiran anak selama 5 tahun pernikahan, ia akhirnya berhasil hamil dengan metode yang kini menjadi inti layanan Kelasterapan: Nutrisi Holistik + Gut Healing + Fertility Awareness Method.
Sejak 2017, Uni telah mendampingi peserta program hamil, baik sebagai konsultan maupun pendamping yang hadir di setiap proses—dari memberi edukasi, menjadi tempat curhat, hingga memastikan setiap klien merasa dimengerti.
Visi: Membawa harapan baru bagi pasangan yang ingin hamil alami, melalui edukasi yang tepat, metode ilmiah, dan dukungan emosional yang tulus.
Dedikasi: Setiap keberhasilan klien adalah momen personal yang dirayakan bersama.
Nilai yang Dipegang: Empati & Kesabaran • Keilmuan • Pemberdayaan
Journey Founder – Uni
Beberapa tahun lalu, saya berada di titik yang mungkin sekarang sedang kalian rasakan, sedih, insecure, capek. Saya sudah lama menanti kehadiran buah hati—5 tahun pernikahan berlalu tanpa tanda-tanda positif, ditambah diagnosis PCOS yang sudah menemaniku selama 10 tahun terakhir. Rasanya campur aduk: lelah, khawatir, kadang putus asa,insecure, stress.
Tapi di tengah perjalanan itu, saya memutuskan untuk berhenti hanya menunggu. Saya mulai mempelajari tubuh saya sendiri, menggali ilmu tentang kesehatan reproduksi yang dulu hanya saya pelajari di bangku kuliah, lalu memperdalam nutrisi holistik dan gut healing. Saya juga mempelajari Fertility Awareness Method (FAM)—cara membaca tanda-tanda kesuburan alami tubuh.
Perlahan, saya mulai melihat perubahan. Tubuh saya terasa lebih sehat, siklusku lebih teratur, dan yang paling penting: saya kembali punya harapan. Hingga akhirnya, dengan metode yang sama ini, saya hamil.
Itulah titik baliknya. Saya sadar, perjuangan ini tidak boleh berhenti di saya saja. Ada begitu banyak pasangan di luar sana yang butuh bukan hanya ilmu, tapi juga pendampingan yang sabar, hangat, dan memahami rasa lelah mereka.
Dari sanalah Kelasterapan lahir pada 2022—bukan sekadar layanan, tapi komunitas kecil yang dibangun dari pengalaman pribadi, pengetahuan ilmiah, dan dedikasi untuk membantu pasangan yang ingin menempuh program hamil secara alami.
Di sini, setiap pasangan dipandu dengan metode yang teruji, langkah demi langkah, sambil tetap menjaga kesehatan jangka panjang. Karena bagi kami, keberhasilan program hamil bukan hanya soal dua garis merah, tapi juga tentang membangun fondasi kesehatan untuk keluarga yang akan datang.